Transistor (Gambaran Umum)

0 Comments


Transistor

Transistor adalah perangkat elektronika yang memiliki 3 kaki/pin, transistor biasanya digunakan sebagai saklar dan penguat, karena pembahasan transistor terlalu banyak, saya membaginya kedalam beberapa sub topik yang akan dibahas secara terpisah.

berdasarkan carriernya transistor terbagi menjadi 2, yaitu
a.  Transistor Bipolar/BJT (Bipolar Junction Transistor) yaitu transistor yang menggunakan 2 pembawa muatan (hole dan elektron)
b. Transistor Unipolar/FET (Field Effect Transistor) yaitu transistor yang hanya menggunakan salah satu pembawa muatan (hole atau elektron)

dalam postingan kali ini, transistor yang kita bahas adalah jenis BJT
Apa itu transistor?

TRANSISTOR = TRANSfer + reSISTOR
Suatu alat yang dapat melakukan Transfer(pelewatan) arus ke titik yang memiliki Resistan yang tinggi

seperti yang telah kita ketahui sebelumnya bahwa transistor adalah perangkat elektronika aktif yang memiliki 3 kaki yaitu Basis, Emitter dan Collector. Transistor merupakan semikonduktor yang memiliki 3 lapisan berbeda didalamnya, bisa tersusun atas “ 2 buah bahan Tipe N dan 1 buah bahan tipe P”  (Transistor jenis  NPN) atau 2 buah bahan tipe P dan 1 buah bahan Tipe N” (Transistor jenis PNP).


perhatikan gambar dibawah











                                             
              
                     

                        Transistor jenis PNP                                                                                               Transistor jenis NPN
Diatas kita sudah mengetahui bahwa transistor memiliki 3 kaki yaitu Basis, Emitter dan Collector
contohnya pada jenis NPN, collector akan dihubungkan ke Sumber daya, Emitter dihubungkan ke output sedangkan Basis berfungsi sebagai pengatur besarnya arus yang akan dialirkan ke output dari sumber daya.

pada gambar diatas kita dapat melihat pada kaki emitter terdapat tanda panah, untuk jenis PNP tanda panah menuju transistor sedangkan pada jenis NPN tanda panah mengarah keluar dari transistor, apa maksudnya??

Transistor jenis PNP arus akan mengalir dari Emitter(input) menuju Collector sedangkan pada jenis NPN arus akan mengalir dari collector (input) menuju Emitter (output). Tanda panah tersebut menunjukkan arah aliran arus

 











Selanjutnya kita hanya akan menggunakan transistor jenis NPN.
dari gambar diatas kita dapat menuliskan persamaan arus yang melalui transistor tersebut
IE = IC + IB
Arus yang mengalir ke Emitter adalah penjumlahan dari arus Basis dan arus Collector, arus yang mengalir di Basis sangat kecil dibanding arus yang mengalir pada collector dan emitter.
Ketika beroperasi di DC kita juga dapat mencari hubungan IC dan IE yaitu dengan menggunakan pembanding Alpha 


Karena arus basis yang sangat kecil, besar arus Collector dan Emitter hampir sama besarnya, sehingga nilai Alpha mendekati 1, nilai alpha tidak dapat melebihi 1 dikarenakan arus Emitter sedikit lebih besar dari arus Collector.

Kita juga mempunyai variabel Beta, yaitu merupakan perbandingan antara arus collector dan arus basis
Nilai beta terletak diantara rentang 50 sampai 400

Demikian sekilas gambaran kecil mengenai transistor, pembahasan selanjutnya akan saya tuliskan pada postingan berikutnya
Next Prinsip kerja Transistor

Unknown

Blog ini merupakan media yang menampung berbagai gagasan dan curahan perasaan saya. Silahkan bagikan jika anda menganggapnya baik dan berikan kritik jika anda menemukan hal yang dapat saya perbaiki. Saya harap pembaca bisa bersikap kritis dalam membaca blog ini. Terimakasih telah berkunjung.

0 comments: