manajemen diri

0 Comments



Tiap tiap orang memiliki kepribadian yang berbeda, pada dasarnya kepribadian tersebut melekat karena pengaruh kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang ataupun karena pengaruh ajaran/motivasi yang diterima, kepribadian tersebut akan dibawa kemana saja orang tersebut berada, baik itu disebuah komunitas, organisasi ataupun tempat kerja yang bersangkutan, lantas bagaimana jika seseorang yang bekerja di sebuah perusahaan contohnya memiliki kepribadian (kharateristik)  yang buruk? Mungkin kepribadian orang tersebut akan mempengaruhi baik buruknya pekerjaan yang dilakukannya di perusahaan tersebut, oleh karena itu dapat dikatakan perusahaan tersebut akan mengalami kerugian (tidak efisien) pada sumber daya manusianya. Tak heran sekarang perusahaan-perusahaan besar memeberi tes Kepribadian kepada anggota baru yang ingin bergabung kedalam perusahaan tersebut.
Pertanyaannya, Kepribadian atau kharateristik seperti apa yang bagus? Sifat bagaimana yang sangat dibutuhkan pekerjaan saat ini?
Berikut sebuah cerita lama yang sudah sering kita dengar.
Kelinci dan Kura-kura

Pada suatu hari Kelinci dan Kura-kura sepakat untuk mengadakan perlombaan, siapa yang pertama sekali sampai digaris finish akan menjadi pemenangnya.
Perlombaan dimulai, kelinci melaju dengan kecepatan tinggi sedangkan kura-kura melaju dengan lamban, alhasil kelinci mendahului kura-kura dengan mudah, karena kelinci sudah mendahului kura-kura cukup jauh diah memutuskan untuk bersantai sejenak, dan diapun tak sengaja tertidur pulas, saat kelinci tertidur kura-kura perlahan berjalan secara konsisten dan menyusul kelinci, tak disangka kura-kuran melewati garis finish dan memenangkan perlombaan.

The point : Orang yang konsisten dan mau berusaha walaupun memiliki kecepatan atau keahlian yang rendah akan lebih baik daripada orang yang memiliki keahlian yang tinggi tetapi dengan kemauan/Usaha yang lemah


Selanjutnya kelinci mengajak kura-kura untuk melakukan perlombaan lagi, pada perlombaan ini kelinci terus berlari tanpa berhenti dan meremehkan kura-kura, alhasil kelinci dapat memenangkan perlombaan ini dan mengalahkan kura-kura cukup telak.

The point : Kecepatan (keahlian) yang konsisten sangat lebih baik daripada Lamban dan konsisten, Perusahaan akan mengharapkan orang yang dapat dihandalkan (memiliki Keahlian)


Kura-kura berfikir bahwa dia tidak dapat mengalahkan kelinci, oleh karena itu dia mengadakan perlombaan baru tetapi dengan merubah rute perlombaan, perlombaaan pun dimulai, sang kelinci pun langsung berlari sekencang-kencangnya, sampai dia tiba didepan sungai, dia berhenti dan diam sebab dia tidak tau apa yang harus dia perbuat, saat kelinci diam, kura-kura perlahan menyusul kelinci, kura-kura dapat melewati sungai tersebut, kura-kura dengan mudah menyusuri sungai tersebut dan berhasil memenangkan perlombaaan.

The point : Tsun Zhu mengatakan “kenali dirimu (kemampuanmu), kenali lawanmu (Kemampuan lawanmu) dan kenali medan perangmu, makan kau akan dapat memenagkan peperangan dengan mudah”
Orang yang cerdas yang dapat mengatur srategi adalah orang yang diharapkan.




Akhirnya mereka mengadakan perlombaan untuk terakhir kalinya, kali ini kelinci dan kura-kura menjadi teman dan bekerja sama, kelinci membantu kura-kura untuk berlari sedangkan kura-kura membantu kelinci untuk meyusuri sungai, akhirnya mereka menjadi orang tercapat didalam perlombaan tersebut.

The Final Point : Memang sangatlah bagus memiliki kemampuan individual yang tinggi, dan juga sangatlah  bagus memiliki usaha yang keras, akan tetapi jika kita tidak dapat bekerja sama dalam sebuah tim,dan tidak dapat mempergunakan kemampuan orang lain, kita akan sangat kalah dan tertinggal jauh, sebab kita tidak akan selalu bisa dalam segala hal, akan ada disuatu hal orang akan lebih baik melakukannya daripada kita.

(Usaha + keahlian + kerjasama) x Doa = Luar Biasa



By : BenbenQuantum.blogspot.com

Unknown

Blog ini merupakan media yang menampung berbagai gagasan dan curahan perasaan saya. Silahkan bagikan jika anda menganggapnya baik dan berikan kritik jika anda menemukan hal yang dapat saya perbaiki. Saya harap pembaca bisa bersikap kritis dalam membaca blog ini. Terimakasih telah berkunjung.

0 comments: