Operational Amplifier (OpAmp)

0 Comments


OpAmp (Operasional Amplifier) adalah sebuah penguat beda yang memiliki gain yang sangat tinggi, opamp  memiliki input Impedans tinggi(mega ohm) dan output impedans rendah (<120 ohm). Opamp dapat digunakan untuk berbagai keperluan karena Opamp dapat dikonfigurasikan untuk melakukan berbagai Operasi matematika. Sekarang ini Opamp dikemas kedalam sebuah IC (Integrated Circuit)
OpAmp yang dikemas dalam sebuah IC
IC 741


Model OpAmp
Dibawah ini merupakan Model ideal dari sebuah OpAmp, Ri adalah impedance Input dan Ro adalah Impedance output





dari gambar diatas kita dapat melihat Av(Ad), AV merupakan gain Open Loop dari sebuah Amplifier, artinya amplifier akan menguatkan tegangan beda yang dimasukkan sebesar Ad.

Dari gambar diatas kita dapat melihat Vd (tegangan beda), itu adalah tegangan beda antara input1 dengan input2. Misalnya Input1 kita beri tegangan 10V dan input2 6V maka tegangan bedanya adalah Vd=10-6 = 4V. kemudian tegangan tersebut dibesarkan sebelum disalurkan ke output, adapun gainnya adalah Av, misalkan Av bernilai 70 sehingga output bernilai 4 x 70 = 280 V.
sebenarnya output tidak tepat 280v hal tersebut karena pengaruh penguatan Common Voltage dan besar kecilnya dipengaruhi CMRR (ingat kuliah Instrumentasi Elektronis), kita akan membahasnya nanti.

Untuk Amplifier yang telah dirangkai dengan untai eksternal seperti pada inverting amplifier, gain yang digunakan tidak lagi Open loop gain, tetapi Close Loop gain, yang besarnya tergantung dari jenis rangkain.


Gambar diatas merupakan rangkaian equivalent dari Opamp tersebut, sebelumnya kita sudah mengetahui bahwasanya Opamp memiliki input impedance yang tinggi dan output impedance yang rendah, idealnya input impedance bernilai tidak terhingga sehingga dapat dilakukan Open circuit sedangkan Output impedance idealnya bernilai 0 sehingga dapat dilakukan Short Circuit, hal tersebut dapat kita lihat pada gambar b diatas.

Macam-macam aplikasi OpAmp
  1.  Inverting Amplifier (penguat terbalik)
  2. Non-Inverting Amplifier (penguat tak terbalik)
  3. Summing Amplifier (penguat jumlah)
  4. Differential Amplifier
  5. Integrator
  6. Differentiator
  7. Current-Voltage converter
  8. Voltage-Current Converter
  9. Dll



Unknown

Blog ini merupakan media yang menampung berbagai gagasan dan curahan perasaan saya. Silahkan bagikan jika anda menganggapnya baik dan berikan kritik jika anda menemukan hal yang dapat saya perbaiki. Saya harap pembaca bisa bersikap kritis dalam membaca blog ini. Terimakasih telah berkunjung.

0 comments: