Menghitung pemakain daya listrik kos

3 Comments














Pada suatu sore saya tiba dikos, kemudian berbincang dengan tetangga kos saya, teman saya tersebut mengatakan bahwa sebentar lagi uang listrik kos akan naik yaitu 50 ribu per alat elektronik, langsung saya kaget setelah mendengarnya, itu terlalu besar, apa bapaknya tidak kasihan melihat kami?
sebagai mahasiswa yang kirimannya pas pasan, munculah di benak saya untuk membuat rincian besarnya total energi yang saya gunakan perbulan.

pertama, saya list dulu peralatan elektronika saya.
Kipas, Air, lampu (Kata bapaknya yang ini gratis)
1) TV (bayar)
2) Dispenser (bayar)
oleh karena itu saya harus membayar 100 ribu per bulan.

TV
TV yang saya gunakan hanya berukuran 15 inch, daya nya paling tidak 180 Watt. (untuk TV agan agan sekalian lihat aja di label yang biasanya ditempel dibelakang TV)
Pemakaian per hari = 5 jam, jadi per bulan sekitar 150 jam.
oleh karena itu penggunaan Energi per bulan adalah 150 x 180 = 27000 Watt.hour atau 27 kWh.

Dispenser
Daya dispenser saya adalah 350 Watt, karena jarang saya gunakan, anggap saja dalam satu bulan saya menggunakannya sekitar 8 jam. (karena dispenser saya hidupkan hanya saat ingin membuat susu atau kopi, jika tidak dispenser selalu off)
oleh karena itu penggunaan energi per bulan adalah 350 x 8 = 2800 Watt.hour atau 2,8 kWh

Lampu
sebenarnya lampu tidak ikut dihitung dalam perjanjian kos, tapi biarlah kita coba masukkan.
lampu yang saya gunakan Philips 18 Watt, mungkin dalam satu hari digunakan selama 14 jam, jadi total daya perbulan 18 x 14 x 30 = 7.560 Watt.hour atau 7,560 kWh.
Total penggunaan daya 27 + 2,8 + 7,560 = 37,36 kwh.
dari permen No 32 tahun 2012 Tarif Tenaga Listrik, untuk 1 juli 2013 - 30 september 2013,  biaya pemakaian listrik per kwh adalah Rp.947 (untuk pemasangan beban di 2200 VA)
jadi biaya yang harus dibayarkan per bulan adalah sekitar :
37,36 x Rp.947 = Rp.35.379,-

belum sampai disitu guys, ada juga biaya pemakaian beban, semakin tinggi beban (Daya) yang terpasang, maka semakin mahal biaya yang harus dibayar perbulannya.
adapun rumus untuk mencari biaya pemakaian beban dari permen No 32 tahun 2012 Tarif Tenaga Listrik adalah : 
40 x Daya tersambung (kVA) x Biaya pemakaian = 40 x 2,2 x Rp.947 = Rp.83.336,-

misalnya langganan listrik 2200 VA itu mencakup 8 kamar kos, maka setiap kamar akan menanggung biaya pemakaian beban = Rp.83.336/8 =Rp.10.417,-

Kesimpulan, biaya listrik yang harusnya saya bayar perbulan adalah Rp. 35.379 + Rp.10.417 = Rp.46.000
dikenakan pajak 3% lagi, sekitar 47.000 lah.


Apakah wajar bapak kos saya menaikkan uang listrik menjadi Rp.100.000,- ?

Unknown

Blog ini merupakan media yang menampung berbagai gagasan dan curahan perasaan saya. Silahkan bagikan jika anda menganggapnya baik dan berikan kritik jika anda menemukan hal yang dapat saya perbaiki. Saya harap pembaca bisa bersikap kritis dalam membaca blog ini. Terimakasih telah berkunjung.

3 comments:

  1. ya wajarlah, lti kabel listrik kalau meledug bayar tukang berapa? instalasi listrik di awal bangun rumah pun bayar tukang mahal.

    ReplyDelete
  2. tidak wajar sekali.
    *listrik meleduk => sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemilik rumah kos. beban perbaikan tidak dapat dibebankan kepada penghuni kos.

    *instalasi awal listrik => yang bangun rumah siapa yang bayar bangun rumah siapa. jgn sotoy buat pasang listrik bayar tukang lagi. pembebanan pembayaran listrik dikenakan pada saat membayar BP (Biaya Penyambungan) ke PLN. Biaya pemasangan saluran rumah dan meter kWh yang diborongkan kepada kontraktor PLN adalah menjadi tanggungan PLN. ga usa bayar2 tukang lagi.

    ReplyDelete