SAYA RINDU PENGANGGURAN

0 Comments



Saya Rindu Penganguran,
Saya menyandang status pengangguran kurang lebih 6 bulan selepas mendapat gelar sarjana teknik. Pengangguran kala itu merupakan masa yang tidak terlupakan bagi saya.

Pengangguran merupakan satu-satunya masa dimana kita bebas mengerjakan apa yang ingin kita kerjakan dengan waktu yang tak terbatas, bisa jadi hobi atau hal baru yang ingin kita pelajari dari dahulu sejak kuliah namun tidak terlaksana karena sibuknya rutinitas kuliah.

Saya pribadi menggunakan waktu tersebut untuk mencoba mengunjungi candi-candi yang ada di Yogyakarta, mempelajari photography dan video editing, dan juga mulai belajar bahasa Inggris. Hal itu tentunya saya lakukan setelah saya bosan menonton video-video di Youtube dan film-film korea yang ada di laptop saya, hahaha.

Kegiatan diatas sebenarnya merupakan hal yang sangat mahal untuk dilakukan ketika kita sudah berada di dunia kerja, hal tersebut dikarenakan keterbatasan waktu. Waktu memang merupakan hal yang sangat mahal harganya, dan saat kita sudah bekerja, waktu yang kita miliki mulai pukul 8 pagi sampai 4 sore telah dibeli oleh perusahaan tempat kita bekerja untuk mengerjakan hal-hal yang tentunya berguna bagi perusahaan. Oleh sebab itu saya tidak bisa lagi atau memiliki waktu yang sangat sedikit untuk melakukan hal-hal diatas yang membuat saya senang. Itulah mengapa saya merindukan pengangguran.

Pengangguran sebenarnya tidak boleh semata mata dilihat cenderung ke arah negatif, dimana diartikan sebagai "seorang individu yang dianggap belum sukses karena belum mendapatkan pekerjaan".

Saya rasa tidak. Ketika seseorang telah melakukan apa yang dia bisa, seperti melamar dan mengikuti tes di perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan namun belum diterima, itu bukan merupakan suatu kutukan, bisa saja karena belum waktunya. Kita tidak tahu apa yang Tuhan rencanakan, untung dan rugi siapa yang tahu, setiap orang memiliki waktunya masing-masing.

Ketika kita telah melakukan usaha maksimal namun tidak berhasil, sebenarnya kita tidak perlu bersedih terlalu dalam, ini saran saya sebagai seorang mantan pengangguran yang cukup lama.

Saya misalnya, seperti yang telah saya katakan sebelumnya, saya menggunakan waktu pengangguran saya selain untuk internet-an, yaitu untuk coba-coba membuat video tutorial sederhana bahasa inggris di Youtube, saat itu saya berhasil membuat 3 atau 4 video.Tapi herannya, baru-baru ini saya mengecek channel Youtube saya, saya sungguh terkejut melihat jumlah penonton yang sudah mencapai 500.000 dan subscriber yang saat ini sebesar 17.000 orang. Yang membuat saya bersyukur kepada Tuhan lebih lagi adalah ketika saya melihat komen-komen yang ditinggalkan oleh penonton video saya yang mengatakan bahwa video tersebut telah membantu mereka untuk belajar bahasa Inggris.

Saya tidak mengharapkan hal tersebut terjadi, hal tersebut berada diluar apa yang saya rencanakan. Saya melakukan hal tersebut di masa-masa pengangguran karena saya tidak tahu harus melakukan apa lagi, namun hasilnya baru dapat saya rasakan saat ini.

Tapi memang tulisan saya harus berimbang, kita tahu bahwa beberapa orang harus mempercepat studinya karena terbatasnya dana dari orang tua dimana dia juga harus dituntut untuk membantu adik-adiknya masih sekolah. Ketika hal ini yang kita hadapi kita harus mengingat lagi kita memiliki Tuhan, Tuhan pasti menyediakan apa yang kita butuhkan Tuhan tidak akan membiarkan ciptaan-Nya terlantar. Trust me on this!!.

Dan faktor lainnya adalah kebutuhan identitas, dimana memang saya akui ada perasaan sedih bercampur senang ketika teman-teman kita lainnya sudah pergi meninggalkan kita dan bekerja, sedangkan kita masih menetap di tempat yang sama. Tapi hal itu tergantung kita, ketika kita bisa melihat dengan paradigma yang lebih luas seharusnya rasa sedih tersebut dapat hilang.

Kesimpulan dari tulisan yang saya buat ini adalah tetap bersyukur dalam menjalani waktu-waktu kita, terlebih ketika kita masih pengangguran. Ketika masa pengangguran itu kita gunakan dengan mengerjakan hal-hal yang positif maka sebenarnya tidak ada namanya waktu yang terbuang. Dan mohon jangan berkata “halah.. itu karena kau sudah bekerja ben makanya bisa berkata seperti itu” justru karena itu, sebagai mantan pengangguran lebih dari 6 bulan dan sekarang sudah bekerja, saya dapat mengatakan pengangguran bukanlah sebuah kutukan. Melainkan sebuah masa dimana kita dilatih untuk memiliki pengharapan. Bisa saja Tuhan ingin kita mempelajari sesuatu dahulu yang nantinya bisa berdampak lebih besar bagi banyak orang, sebelum kita bekerja di Perusahaan yang kita inginkan.

Sekali lagi, ketika kita sudah mencoba dengan maksimal dan diiringi dengan berdoa namun belum berhasil, mengapa kita harus bersedih terlalu lama? Tuhan memiliki rencana yang terbaik. Tapi ketika kita belum melakukan usaha maksimal, jangan terlalu lama berada di Zona Nyaman Pengangguran!

Ahhh, Saya rindu pengangguran.
Gunakan masa pengangguran untuk melakukan apa yang kamu sukai!!!


Unknown

Blog ini merupakan media yang menampung berbagai gagasan dan curahan perasaan saya. Silahkan bagikan jika anda menganggapnya baik dan berikan kritik jika anda menemukan hal yang dapat saya perbaiki. Saya harap pembaca bisa bersikap kritis dalam membaca blog ini. Terimakasih telah berkunjung.

0 comments: